3 Alasan UMR Jogja Jadi Salah Satu Terendah di Indonesia

Candra Gunawan Nurhakim, Jurnalis
Jum'at 24 November 2023 18:39 WIB
Alasan UMR Yogya rendah (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Mengulik 3 alasan mengapa UMR Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Regional atau disebut dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 pada, Selasa 21 November 2023 lalu. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah meminta seluruh gubernur untuk menetapkan serta mengumumkan kenaikan upah tersebut.

Sudah ada beberapa provinsi yang menetapkan UMP 2024 mulai dari provinsi Aceh hingga Papua Barat. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 yang diumumkan para Gubernur pada 21 November 2023 ternyata menyisakan polemik. karena dianggap besaran kenaikan UMP 2024 tidak sejalan dengan keinginan para buruh.

Buruh meminta kenaikan UMP 2024 bisa mencapai 15%, tetapi realisasi di lapangan nol besar. Persentase kenaikan UMP 2024 tertinggi hanya 7,5%, itu pun berlaku di Maluku Utara, dan persentase kenaikan UMP 2024 terendah 1,19% di Gorontalo.

Lalu apakah alasan UMP Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia?

Dikutip Okezone pada, Jumat (24/11/2023) Berdasarkan penetapan UMP Daerah Istimewa Yogyakarta 2024 naik sebesar Rp144.115 atau 7,27% menjadi Rp2.125.897dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.981.782.

Meskipun persentase kenaikan nya cukup tinggi, tetap saja UMP Jogja masih menjadi salah satu provinsi yang terendah di Indonesia. berikan 3 alasan yang menjadi penyebab mengapa UMP Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia.

- Jogja tidak memiliki ketersediaan untuk membuka lapangan pekerjaan yang banyak. sehingga persaingan antar perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja pun tidak ketat.

- Standar gaya hidup layak orang Jogja pun tidak tinggi, sehingga hal ini berdampak pada upah yang rendah

- Implikasi upah yang ditawarkan setiap perusahaan pun tidak terlalu tinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya