JAKARTA - Mengulik 3 alasan mengapa UMR Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia. Pemerintah telah menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Regional atau disebut dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 pada, Selasa 21 November 2023 lalu. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah meminta seluruh gubernur untuk menetapkan serta mengumumkan kenaikan upah tersebut.
Sudah ada beberapa provinsi yang menetapkan UMP 2024 mulai dari provinsi Aceh hingga Papua Barat. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 yang diumumkan para Gubernur pada 21 November 2023 ternyata menyisakan polemik. karena dianggap besaran kenaikan UMP 2024 tidak sejalan dengan keinginan para buruh.
Buruh meminta kenaikan UMP 2024 bisa mencapai 15%, tetapi realisasi di lapangan nol besar. Persentase kenaikan UMP 2024 tertinggi hanya 7,5%, itu pun berlaku di Maluku Utara, dan persentase kenaikan UMP 2024 terendah 1,19% di Gorontalo.
Lalu apakah alasan UMP Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia?
Dikutip Okezone pada, Jumat (24/11/2023) Berdasarkan penetapan UMP Daerah Istimewa Yogyakarta 2024 naik sebesar Rp144.115 atau 7,27% menjadi Rp2.125.897dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.981.782.
Meskipun persentase kenaikan nya cukup tinggi, tetap saja UMP Jogja masih menjadi salah satu provinsi yang terendah di Indonesia. berikan 3 alasan yang menjadi penyebab mengapa UMP Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia.
- Jogja tidak memiliki ketersediaan untuk membuka lapangan pekerjaan yang banyak. sehingga persaingan antar perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja pun tidak ketat.
- Standar gaya hidup layak orang Jogja pun tidak tinggi, sehingga hal ini berdampak pada upah yang rendah
- Implikasi upah yang ditawarkan setiap perusahaan pun tidak terlalu tinggi.
Berikut adalah Provinsi dengan kenaikan UMP 2024 tertinggi.
1. Maluku Utara
Di peringkat pertama ada Maluku Utara. UMP 2024 Maluku Utara naik Rp221.646,57 atau 7,5% menjadi Rp3.200.000. Kenaikan UMP Maluku Utara 2024 menjadi yang tertinggi di Indonesia
2. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Di peringkat kedua ada Yogyakarta. Kenaikan UMP 2024 di DIY mencapai 7,27% atau Rp144.115,22 menjadi Rp2.125.897,61 dari UMP sebelumnya Rp1.981.782,39.
3. Jawa Timur
Kemudian ada UMP Jawa Timur 2024. UMP UMP Jawa Timur 2024 naik sebesar 6,13%. Tahun sebelumnya UMP Jatim sebesar Rp2.040.244 menjadi Rp2.165.244.
4. Sulawesi Tengah
Di peringkat empat ada UMP Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024 naik 5,28%, sehingga UMP di Sulteng 2024 mencapai Rp.2.736.698 dari sebelumnya sebesar Rp2.599.546
5. Kalimantan Timur
Terakhir Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2024. UMP Kaltim 2024 sebesar Rp3.360.858. UMP Kaltim 2024 naik 4,98% dari UMP 2023 sebesar Rp3.201.396.
Demikian sejumlah informasi mengenai 3 alasan yang menjadi penyebab mengapa UMP Jogja jadi salah satu yang terendah di Indonesia. semoga bermanfaat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)