Ada Nama Indonesia, Intip Sejarah Kereta Cepat Dunia

Mieke Dearni Br Tarigan, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2023 06:41 WIB
Kereta Cepat Dunia (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Kereta cepat pertama kali dikembangkan oleh negara Jepang pada 1964. Transportasi berbasis rel ini dikenal dengan nama Shinkansen.

Pengembangan kereta cepat di Jepang sangat memperhatikan kontur dan iklim wilayah tersebut. Hal ini penting karena Jepang memiliki topografi yang berbukit-bukit dan cuaca yang berubah-ubah.

Shinkansen, juga dikenal sebagai bullet train (kereta peluru), diciptakan dengan desain yang memungkinkan kereta untuk melaju dengan kecepatan tinggi dan tetap stabil di jalur yang berliku-liku.

Kereta Cepat Shinkansen memiliki kecepatan operasional sekitar 210 km per jam dengan rute dari Tokyo ke Osaka. Peluncuran Shinkansen ini memang dilakukan pada saat yang bersamaan dengan Olimpiade Tokyo.

Dikutip dari laman Instagram @keretacepat_id pada 1981, Prancis memulai layanan TGV (Train a Grande Vitesse), sebagai kereta cepat pertama di Eropa dengan kecepatan operasional di 260 km per jam.

Pada tahun 1960-an, gagasan pengembangan kereta cepat pertama kali muncul dengan menggunakan energi turbin gas yang berbahan bakar diesel. Namun, pada tahun 2007, TGV (Train à Grande Vitesse) mencetak rekor kecepatan dunia untuk kereta api komersial dengan mencapai kecepatan 574,8 km per jam.

Ada Nama Indonesia, Intip Sejarah Kereta Cepat Dunia

JAKARTA - Kereta cepat pertama kali dikembangkan oleh negara Jepang pada 1964. Transportasi berbasis rel ini dikenal dengan nama Shinkansen.

Pengembangan kereta cepat di Jepang sangat memperhatikan kontur dan iklim wilayah tersebut. Hal ini penting karena Jepang memiliki topografi yang berbukit-bukit dan cuaca yang berubah-ubah.

Shinkansen, juga dikenal sebagai bullet train (kereta peluru), diciptakan dengan desain yang memungkinkan kereta untuk melaju dengan kecepatan tinggi dan tetap stabil di jalur yang berliku-liku.

Kereta Cepat Shinkansen memiliki kecepatan operasional sekitar 210 km per jam dengan rute dari Tokyo ke Osaka. Peluncuran Shinkansen ini memang dilakukan pada saat yang bersamaan dengan Olimpiade Tokyo.

Dikutip dari laman Instagram @keretacepat_id pada 1981, Prancis memulai layanan TGV (Train a Grande Vitesse), sebagai kereta cepat pertama di Eropa dengan kecepatan operasional di 260 km per jam.

Pada tahun 1960-an, gagasan pengembangan kereta cepat pertama kali muncul dengan menggunakan energi turbin gas yang berbahan bakar diesel. Namun, pada tahun 2007, TGV (Train à Grande Vitesse) mencetak rekor kecepatan dunia untuk kereta api komersial dengan mencapai kecepatan 574,8 km per jam.

Pada tahun 1991, Jerman juga memperkenalkan kereta cepat bernama ICE (Inter City Express). Kereta ini memiliki kecepatan operasional sebesar 280 km per jam dan menghubungkan kota-kota besar di Eropa Tengah, termasuk Jerman, Austria, Belgia, Swiss, Belanda, dan Prancis.

Pada tahun berikutnya, yaitu tahun 1992, Spanyol meluncurkan kereta cepat AVE (Alta Velocidad Española), yang secara harfiah berarti "Kecepatan Tinggi Spanyol". Nama ini dipilih untuk mencerminkan kecepatan dan efisiensi kereta tersebut. Namun, menariknya, singkatan AVE juga merupakan plesetan dari kata "ave" dalam bahasa Spanyol, yang berarti "burung".

Pada tahun 1977, Italia memperkenalkan kereta cepat pertamanya yang dikenal sebagai Direttissima. Kereta ini menghubungkan Roma dengan Florence dan memiliki kecepatan operasional tertinggi sebesar 250 km per jam.

Direttissima menjadi langkah penting dalam pengembangan sistem kereta cepat di Italia, memungkinkan perjalanan yang lebih cepat dan efisien antara dua kota utama tersebut. Kemudian, pada tahun 1988-1989, Italia meluncurkan ETR 450 Pendolino, yang mengoperasikan jalur antara Roma dan Milan. Kereta ini dijuluki "Remo" sebagai saudara raja Romawi pertama. ETR 450 Pendolino mencatat rekor kecepatan dengan mencapai 319 km per jam.

Pada tahun 2004, Korea Selatan meluncurkan sistem kereta api cepat yang dikenal sebagai KTX (Korea Train Express). KTX menghubungkan kota-kota utama di Korea Selatan dengan kecepatan operasional hingga 300 km per jam dalam kondisi ideal. Kereta ini menjadi salah satu pilihan mobilitas yang populer, bahkan dikabarkan menjadi pilihan para idol untuk perjalanan antar kota.

Pada tahun 2008, Shanghai maglev, juga dikenal sebagai Shanghai Transrapid, diluncurkan. Kereta ini memiliki kecepatan operasional sebesar 460 km per jam dan kecepatan rata-rata sebesar 251 km per jam. Shanghai maglev memiliki rute sepanjang 120 km antara Beijing dan Tianjin, dan mulai beroperasi secara resmi pada saat yang sama dengan Olimpiade Beijing.

Kemudian, pada tahun 2018, kereta cepat Haramain diluncurkan. Kereta ini menghubungkan dua "Kota Suci" yaitu Mekkah dan Madinah dengan kecepatan 300 km per jam. Rute ini sangat penting bagi jutaan jamaah haji yang melakukan perjalanan antara Mekkah dan Madinah selama ibadah haji.

Pada tahun 2023, Indonesia telah menambahkan sejarah kereta cepat dengan diluncurkannya layanan Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Kereta ini memiliki kecepatan operasional hingga 350 km per jam dan mampu menempuh perjalanan hanya dalam waktu 40 menit. Kereta Cepat Whoosh pertama kali diluncurkan pada tanggal 2 Oktober 2023.

Baca Selengkapnya: Sejarah Kereta Cepat Dunia, Ada Nama Indonesia

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya