Hal ini didukung dengan total penjualan MARK kuartal ketiga tahun 2023 Rp138 miliar (QoQ), naik sebesar 21,8% jika dibandingkan kuartal ketiga tahun 2022 sebesar Rp108 miliar, menandakan sudah adanya indikasi tren peningkatan penjualan cetakan sarung tangan MARK.
Asumsi kenaikan penjualan cetakan sarung tangan juga selaras dengan pemulihan industri global sarung tangan global berdasarkan riset asosiasi di Malaysia memperkirakan bahwa penjualan sarung tangan telah melewati masa terendahnya di 2023 dan akan mengalami peningkatan secara bertahap di semester kedua 2024 sebesar 7% per kuartal. Hal ini tentu menjadi angin segar untuk MARK dengan naiknya produksi sarung tangan akan menambah penjualan cetakan sarung tangan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)