Djohan menyebutkan, perjalanan menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, butuh pengorbanan, pembelajaran dan intropeksi diri yang mendalam. Namun dari kegagalan itu membuat hasil yang semangat untuk belajar dari kesalahan.
"Kegagalan itu adalah sesuatu yang tidak boleh kita tangisi. Sebaliknya, itu adalah cambuk untuk kita menjadi lebih semangat dan belajar dari kesalahan tersebut,"pungkasnya.
Salah satu pelajaran penting dari kegagalan adalah kesabaran. Kesabaran menjadi kunci untuk menghadapi tantangan. Djohan meyakini bahwa kesabaran dapat membantu membangun prioritas dan memberikan dampak positif pada kemajuan karier.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)