JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus berupaya menjaga keberlangsungan pertumbuhan pasar modal di Indonesia untuk tahun 2024 mendatang.
"Dengan tetap berfokus kepada tiga hal, yang pertama perlindungan investor, kedua pengalaman pasar, dan ketiga adalah sinergi dan konektivitas realitas dengan integritas pasar," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman saat konferensi pers, Jakarta, dikutip Sabtu (30/12/2023).
Iman menjelaskan, bahwa upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya karena akan penuh dengan tantangan baru.
"Dan perlindungan investor selanjutnya kita mulai, sudah mulai, bahkan ada sebelumnya terkait dengan notasi papan modal khusus yang kita mulai tahun ini, notasi khusus setelah tindakan pencegahan dan edukasi stakeholder pasar modal," kata Iman.
Lanjutnya, fokus ini bertujuan untuk menumbuhkan sejumlah produk dan layanan yang kredibel bagi seluruh stakeholders dengan didukung pemanfaatan teknologi terkini. Serta mampu melindungi kepentingan investor pasar modal.
Dirinya mengatakan, pada tahun 2024, BEI dengan dukungan seluruh stakeholders di pasar modal optimis dapat mencapai target yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Di antaranya, seperti peningkatan likuiditas perdagangan sebesar Rp12,25 triliun, 230 pencatatan efek baru, serta penambahan 2 juta investor baru.
Tak hanya itu, sambung Iman, pada tahun 2024 rencananya akan diluncurkan pula Single Stock Futures,dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repo.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)