JAKARTA - Sebanyak 15 menteri dikabarkan siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Jokowi. Isu ini berhembus kencang jelang pesta demokrasi Pemilu 2024.
Kurang 1 bulan lagi, tepatnya pada 14 Februari 2024, masyarakat Indonesia akan mencoblos pasangan presiden-wakil presiden pilihannya sebagai rangkaian Pilpres 2024.
Pertama kali isu para menteri siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju dihembuskan oleh ekonom senior yang juga merupakan salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri.
Isu menteri mundur ini berhembus disebabkan arah kebijakan politik yang berseberangan dengan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024. Dugaan tidak netral dan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi biangnya.
Ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, Menteri ESDM Arifin Tasrif hingga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang disebut akan mundur.
Padahal nama-nama tersebut merupakan menteri andalan Presiden Jokowi. Lihat saja aksi duet maut Sri Mulyani-Retno Marsudi yang selalu kompak menemani Presiden Jokowi jika melakukan lawatan pertemuan bilateral ke berbagai negara maupun di dalam negeri. Keduanya hampir selalu tidak pernah absen.
Kemudian ada nama Basuki Hadimuldjono. Pak Bas sapaan akrabnya juga bisa disebut sebagai menteri andalan Jokowi. Menteri PUPR ini sudah hampir 10 tahun menemani Presiden Jokowi.