Sementara itu, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat sebesar 5,02% pada triwulan IV-2023 dan 4,4% secara tahunan, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh 3,9%.
Percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), aktivitas belanja modal Pemerintah, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjaga kinerja positif investasi.
Sektor swasta juga turut andil mendorong investasi di tahun 2023 ditunjukkan dengan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mampu tumbuh mencapai dua digit masing-masing 13,7% dan 22,1%.
Kondisi infrastruktur yang semakin meningkat, kinerja ekonomi makro yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik yang terjaga disebut menjadi faktor krusial untuk menjaga keyakinan pelaku usaha untuk berinvestasi.
Ekspor riil pada triwulan IV-2023 tumbuh 1,64% dan 1,32% secara tahunan. Pertumbuhan positif ekspor tahun 2023 terutama didorong oleh meningkatnya ekspor barang migas dan ekspor jasa seiring dengan peningkatan jumlah wisman.
Meski dihadapkan dengan perlambatan perekonomian dunia dan tren moderasi harga komoditas, volume ekspor nonmigas tumbuh 8,43% sepanjang 2023.
Pertumbuhan tersebut salah satunya berasal dari peningkatan volume ekspor besi dan baja, utamanya volume ekspor feronikel yang tumbuh mencapai 47,6%. Demikian dilansir Antara.
Selain itu, peningkatan volume ekspor juga terjadi pada kendaraan dan bagiannya serta bahan bakar mineral. Di sisi lain, impor barang pada triwulan IV-2023 masih terkontraksi sebesar 0,15% dan sebesar 1,65% secara tahunan.
(Dani Jumadil Akhir)