“Ini persoalan perut rakyat, mati hidupnya satu bangsa itu tergantung dari pangannya. Itu juga pidato Bung Karno Presiden Pertama kita, tahun 1953, saat peletakan batu pertama fakultas pertanian yang sekarang IPB, jadi yang perlu kita pastikan agar pangan terjaga itu adalah air, pupuk, telnologi mekanisasi atau alat mesin pertaniannya,” kata Mentan Amran.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengapresiasi program pompanisasi yang tengah digencarkan Mentan Amran, ia meyakini program ini akan berdampak signifikan pada peningkatan produksi pertanian khususnya produksi padi di wilayahnya.
“Tentu kami menyambut baik tawaran Pak Mentan dan Pak Kadis Pertanian akan langsung bekerja hari ini, untuk berkoordinasi dengan seluruh Kabupaten Kota, dan tadi disampaikan bahwa tidak hanya untuk sawah tadah hujan, tetapi untuk menambah produksi secara keseluruhan. Jadi kami yakin tahun ini target (produksi padi Jabar) akan tercapai, bahkan melebihi,” tuturnya.
Mentan Amran mengecek penggunaan pompanisasi di area persawahan Kabupaten Subang. (Foto: dok Kementan)
Berdasarkan Data Dinas Pertanian setempat, Kabupaten Subang tercatat memiliki luas lahan 84.000 hektare, di mana sebagian besar memiliki kendala irigasi sehingga hanya dapat menanam satu kali dalam setahun.
Pj Bupati Subang Imran mengatakan, pompanisasi dapat mengoptimalkan penanaman diwilayahnya menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun.