JAKARTA - Bus Rosalia Indah mengalami kecelakaan maut di Tol KM 370 Kabupaten Kendal. Kecelakaan tersebut menewaskan 7 orang penumpang pada hari ini.
“Bus membawa 32 penumpang, 1 sopir dan 1 kondektur, total 34 orang (di dalam bus),” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (11/4/2024).
Lantas siapa pemilik PO Bus Rosalia Indah?
Pemiliknya adalah sepasang suami-istri, yakni Yustinus Soeroso (Om Roso) dan Yustina Rahyuni Soeroso pada tahun 1983.
Pasangan ini membangun perusahaan otobus dari satu armada jenis Colt Diesel yang akrab disebut sebagai “Bibit Kawit” dengan trayek Solo-Blitar. Usaha Om Roso berkembang seiring dengan pembukaan travel dengan trayek Yogyakarta-Surabaya, Yogyakarta-Blitar/Malang.
Setelah delapan tahun berjuang, tepatnya di tahun 1991, barulah PO ini memiliki lima armada bus non-AC dengan sasis Hino. Pada titik inilah PO ini memiliki izin resmi untuk membuka usaha biro perjalanan umum. Baru pada tahun 2015, PO ini menjadi perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Rosalia Indah Transport.
Pada tahun 1990, PO ini berjuang dari bus antar kota dalam provinsi (AKDP) menjadi antar kota antar provinsi (AKAP). Perusahaan ini berkembang pesat dengan mempekerjakan 1.000 personel dan memiliki 140 kantor perwakilan serta agen yang tersebar di Jawa dan Sumatera.
Sejarah PO Rosalia Indah juga tidak dapat dilepaskan dari tekad kuat Om Roso yang merupakan anak buruh tani. Pria ini dilahirkan dari keluarga kurang mampu. Hal ini melecut semangat Om Roso untuk dapat membantu perekonomian keluarga.
Sementara itu, manajemen Rosalia Indah mengatakan pihaknya sedang fokus dalam melakukan penanganan di lapangan.
“Bisa ditunggu nanti kami berikan statement resmi agar kami bisa fokus penanganan di lapangan dahulu, “ kata Marketing Assistant Manager Rosalia Indah, Yovie Aganovic.
Manajemen belum berkomentar perihal kemungkinan santunan yang diberikan kepada keluarga korban, maupun sanksi bagi sopir yang membawa armada tersebut.
Sebelumnya insiden kecelakaan bus Rosalia Indah terjadi sekira pukul 06.35 WIB. Bus melaju dari barat ke timur alias dari arah Jakarta di lajur kiri.
Sesampainya di lokasi yakni KM 370+200 jalur A pengemudi diduga mengantuk sehingga bus tersebut keluar jalan.
“Bus membawa 32 penumpang, 1 sopir dan 1 kondektur, total 34 orang (di dalam bus),” demikian dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.
“Bus masuk parit sepanjang 200 meter,” lanjutnya.
Selain menimbulkan 7 korban tewas, insiden itu juga menyebabkan 15 orang mengalami luka-luka. Jenazah dibawa ke RS Weleri Kendal.
Pihaknya menerangkan saat ini sopir bus telah diamankan polisi lalu lintas. “Semua korban meninggal dunia adalah penumpang bus,” sambung Kombes Satake.
(Feby Novalius)