Pembahasan RUU Energi Baru Terbarukan Diperpanjang, Ini Alasannya

Nekha Fatimah Nursadiyah, Jurnalis
Kamis 11 Juli 2024 12:46 WIB
Pembahasan RUU Energi Baru Terbarukan Diperpanjang (Foto: Dokumentasi PLN)
Share :

JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) termasuk di dalamnya soal skema power wheeling, sebaiknya menunggu pemerintahan baru terbentuk akhir Oktober 2024.

Permintaan tersebut dikarenakan hingga kini masih bergulir penolakan terhadap RUU tersebut dari para stakeholder khususnya tentang skema power wheeling (pemanfaatan bersama jaringan listrik PLN oleh swasta).

"Ini mengindikasikan RUU tersebut masih menyimpan sejumlah potensi masalah yang dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat dan negara, sehingga sebaiknya dilanjutkan pada periode rezim berikutnya," kata Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) Abrar Ali dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/7/2024).

 BACA JUGA:

Lebih lanjut, Abrar menilai kekhawatiran yang muncul terhadap kemungkinan ketidakmampuan PLN menyediakan energi listrik apabila terjadi demand yang tinggi, terkesan sangat didramatisasi.

“Terlalu didramatisasi soal lonjakan demand tersebut. Buktinya, hingga saat ini kita masih eksis melayani kebutuhan listrik masyarakat dan dunia industri. Soal nanti ada lonjakan demand, PLN akan mengantisipasi dengan pertumbuhan jumlah pembangkit baru,” katanya.

Menurut dia, soal power wheeling dalam RUU EBET pun harus membutuhkan kajian lebih lanjut, mengingat masih ada penolakan termasuk dari anggota DPR sendiri.

“Kan masih ada penolakan, antara lain dari Anggota Komisi VII DPR Mulyanto yang menyatakan power wheeling tidak sekadar mengatur soal sewa jaringan transmisi PLN oleh swasta. Ada implikasi yang krusial, PLN tidak lagi menjadi satu-satunya lembaga dalam sistem single buyer and single seller (SBSS), tapi membentuk multi buyer and multi seller system (MBMS)," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya