JAKARTA - Kisah Sabana Prawirawidjaja, penjual susu yang punya harta Rp14 Triliun. Sabana adalah anak tertua dari keluarga pendiri PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).
Diketahui, Ultrajaya Milk Industry menjadi salah satu produsen susu kemasan terbesar di Indonesia. PT ini didirikan pada tahun 1958 di Bandung. Jawa Barat. Selain itu, Ultrajaya Milk sendiri menggunakan teknologi Ultra High Temperature (UHT) dan pengemasan yang steril.
Diketahui, Sabana pernah mengenyam pendidikan di bidang General Management, Nan Yang University, Singapura. Ia pun menjabat sebagai Presiden Direktur Ultrajaya sejak 1971. Pria kelahiran 1940 ini menjabat sebagai bos Ultrajaya saat usianya menginjak 31 tahun.
Dilansir dari situs Forbes, pendiri dari ULTJ Sabana Prawirawidjaja, memiliki kekayaan yang cukup fantastis. Kekayaan tersebut diperkirakan tembus mencapai USD940 juta atau senilai dengan Rp14,5 triliun (kurs 15,418). Ia pun masuk ke dalam urutan terakhir, daftar 50 orang terkaya di Indonesia per 2023.
Sabana Prawirawidjaja menjabat sebagai Presiden Direktur Ultrajaya sejak 1971 hingga sekarang. Pria kelahiran 1940 ini menjabat sebagai bos Ultrajaya saat usianya menginjak 31 tahun. Selain itu, pengangkatan terakhir Sabana menjadi presiden direktur berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Juni 2019.
Di tahun 1975, Ultrajaya mulai memproduksi secara komersial berupa minuman susu cair UHT dengan merek dagang Ultra Milk. Setelah berhasil di produk susu, perusahaan kembali memproduksi minuman sari buah UHT dengan merek dagang Buavita pada tahun 1978 dan minuman the UHT bermerek Teh Kotak pada 1981.
Ia juga memiliki 83,94 persen saham di produsen es krim, PT Campina Ice Cream TBK (CAMP). Di perusahaan tersebut, ia pernah menjabat sebagai presiden komisaris dari tahun 1995 hingga 2017.
Di bawah kepemimpinannya, Ultrajaya berhasil bekerja sama dengan Kraft, merek keju asal Amerika, untuk memproduksi dan menjual produk keju sejak 1981. Kemudian, pada tahun 1994, kerja sama ini ditingkatkan dengan membentuk perusahaan bernama PT Kraft Ultrajaya Indonesia, di mana 30 persen sahamnya dimiliki oleh Ultrajaya.
Demikian kisah pendiri susu Sabana Prawidjaja yang punya kekayaan mencapai 14 triliun. Selain itu, ia juga menjadi daftar terakhir, 50 orang terkaya di indonesia.
(Taufik Fajar)