Dari jumlah tersebut, 16 merupakan emiten baru yang terdiri dari 14 emiten saham dan 2 emiten efek bersifat utang atau sukuk.
Eddy menekankan, penerapan prinsip tata kelola yang baik tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga mendukung pertumbuhan pasar modal berkelanjutan.
"Sehingga pada akhirnya pasar modal Indonesia akan terus tumbuh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan perekonomian nasional," jelasnya.
Sepanjang pekan ini, Public Expose Live 2025 bakal diikuti 44 perusahaan tercatat. Kegiatan ini menjadi sarana bagi perusahaan untuk memaparkan kinerja dan rencana bisnis mereka secara langsung kepada publik.
“Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat bagi seluruh investor untuk berinteraksi secara langsung dengan perusahaan tercatat, sekaligus memperkuat basis investor di Indonesia,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.
(Taufik Fajar)