Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,1–5,4 persen pada 2025, sektor kemitraan dan waralaba dipandang sebagai motor baru dalam mendorong pertumbuhan usaha baru. Levita Ginting Supit, Ketua Umum Perhimpunan WALI, menilai tren bisnis kini semakin menekankan fleksibilitas dan inovasi model usaha.
“Kini masyarakat ingin berbisnis dengan sistem yang siap pakai dan efisien. Melalui waralaba, mereka bisa belajar, berinvestasi, dan membangun usaha dengan risiko yang lebih terukur,” tuturnya.
Sementara itu Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor, menambahkan bahwa peluang ekspor dan kolaborasi global semakin terbuka bagi brand lokal.
“Brand-brand dan produk Indonesia kini makin diminati di pasar internasional. Melalui FLEI, kami membuka ruang bagi pelaku bisnis lokal untuk memperluas jejaring dan menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pameran, FLEI Business Conference 2025 menghadirkan forum inspiratif bersama praktisi dan tokoh bisnis seperti Theo Derick, Liana Oktavia, Burang Riyadi, Evi Diah P, dan Klemens Rahardja, yang akan membahas inovasi kemitraan, kepemimpinan, serta strategi ekspansi secara lebih mendalam.