Dari sisi kinerja penyaluran dana, pembiayaan ke sektor produktif tercatat masih mendominasi. Per September 2025, outstanding pembiayaan Pindar terhadap sektor produktif mencapai Rp31,37 triliun atau sebesar 34,48 persen dari total outstanding pembiayaan industri Pindar.
Agusman menilai sejumlah tantangan masih membayangi industri fintech lending, salah satunya keterbatasan data kelayakan usaha dan infrastruktur pendukung.
Regulator juga memperkuat kemitraan lintas sektor dan memanfaatkan data alternatif guna meningkatkan penyaluran pembiayaan yang berkualitas.
Agusman menuturkan pihaknya juga menyambut baik pemanfaatan data transaksi keuangan digital dalam proses penilaian kelayakan kredit.
Menurutnya, penerapan data alternatif tersebut tetap memerlukan pendalaman agar tetap memperhatikan pelindungan data pribadi, validitas data, dan prinsip kehati-hatian.
"OJK menyambut positif pemanfaatan data transaksi keuangan, termasuk QRIS, sebagai data alternatif dalam penilaian kelayakan kredit di industri Pindar," katanya
(Taufik Fajar)