Purbaya Akui Banyaknya WNI Kerja di Luar Negeri karena Pertumbuhan Ekonomi Lambat

Anggie Ariesta, Jurnalis
Sabtu 29 November 2025 15:55 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kegagalan menciptakan lapangan kerja domestik akibat pertumbuhan ekonomi yang lambat . (Foto: Okezone.com/Kemenkeu Biro KLI)
Share :

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kegagalan menciptakan lapangan kerja domestik akibat pertumbuhan ekonomi yang lambat menjadi penyebab utama banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang memilih bekerja di luar negeri.

“Banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu kemarin-kemarin,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Bendahara negara itu secara eksplisit mengkritik persepsi yang ada di kalangan ekonom.

“Jadi, ada salah persepsi di antara ekonom-ekonom kita bahwa tumbuh 5 persen adalah maksimal buat kita. Di atas 5 persen, diperlambat lagi ke 5 persen,” kata Purbaya.

Purbaya meyakini potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh melampaui 5 persen. Ia memproyeksikan ada peluang ekonomi nasional menembus 6,7 persen year-on-year (yoy) atau lebih.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat penting untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Adapun Purbaya optimistis bahwa melalui program Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta penguatan manajemen fiskal dan moneter, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang lebih baik.

“Kita harapkan nanti dengan program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo, dengan perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Isu WNI yang mencari kerja di luar negeri sebelumnya disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika. Politikus Partai Gerindra tersebut memaparkan kondisi di daerah pemilihannya, di mana banyak warga merantau demi upah yang jauh lebih besar, mencontohkan upah di Taiwan mencapai Rp20 juta, Korea Selatan Rp30 juta, hingga Jepang yang menembus Rp49 juta.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya