“Peningkatan operasional dilakukan secara bertahap dengan rasio co-firing sebesar 5–10%, sambil terus memantau kinerja dan optimalisasi,” ungkap Bowo.
Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus mendampingi kelompok tani untuk memastikan budidaya sorgum berjalan produktif dan berkelanjutan. Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperluas pemanfaatan sorgum sebagai sumber biomassa, sehingga operasional pembangkit semakin ramah lingkungan.
Program ini menjadi bukti bahwa transisi energi bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan manusia dan keberlanjutan ekosistem. Dengan memadukan energi bersih dan ekonomi lokal, inisiatif ini mendorong terciptanya energi masa depan yang berkelanjutan.
(Feby Novalius)