Ke depan, Kementerian Perhubungan akan menyampaikan secara resmi kepada Pelindo agar pengelolaan pelabuhan penumpang, termasuk di kawasan timur Indonesia, dapat ditangani oleh badan khusus yang fokus pada pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi laut dan pemerataan pelayanan antardaerah.
Sebelumnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy mengungkapkan hanya 17 persen pelabuhan di Indonesia yang memiliki fasilitas pengamanan untuk menyaring penumpang sebelum masuk kapal.
Sementara itu, sekitar 83 persen pelabuhan yang dikelola BUP (Badan Usaha Pelaksana) bersifat terbuka, sehingga banyak calon penumpang tanpa tiket bisa masuk ke kapal. "Kita itu pelabuhan belum tertutup semuanya. Rata-rata bisa dibilang steril yang dikelola BUP itu baru 17 persen, namun yang lain masih terbuka," ujar Dessy dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (10 Desember 2025).
(Feby Novalius)