Menurut Sjafrie, setelah sungai dibersihkan dan didalami, kapal pengangkut bantuan serta alat berat dapat langsung menjangkau lokasi pekerjaan tanpa harus dipindahkan ke jalur darat terlebih dahulu.
“Kita lakukan dua sekaligus, satu adalah pendalaman. Satu (lagi) yang membawa alat berat sehingga dia bisa masuk sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan,” kata Sjafrie.
“Kita sudah bicara dengan Wapang (Wakil Panglima TNI), dengan Angkatan Darat kita harus upayakan ini besar-besaran, tidak hanya Tamiang, tapi juga di Bieuren kita kerjakan itu, kita lihat juga kalau ada, di Sibolga,” tambahnya.
Prabowo pun menyetujui langkah yang diusulkan Kementerian Pertahanan dan TNI. Dirinya juga meminta agar upaya tersebut melibatkan tenaga ahli dari berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, BUMN, hingga perguruan tinggi.
“Saya sudah setuju saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama cari bicara dengan ahli-ahli engineering dari mungkin dari karya-karya (BUMN), dari PU dan juga dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering world ini kan engineering world skala besar, jadi dredging,” paparnya.
(Dani Jumadil Akhir)