Respons BEI Usai Pelemahan IHSG: Investor Panic Selling Pasca Pengumuman MSCI

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 28 Januari 2026 17:12 WIB
Respons BEI Usai Pelemahan IHSG (Foto: Okezone)
Share :

Menurut Iman, mulai 2 Januari 2026 BEI telah menampilkan data free float yang lebih tersegmentasi dan komprehensif, tidak lagi hanya dalam satu agregat, melainkan per segmen sesuai kategori kepemilikan.

"Data free float per segmen sekarang sudah ditampilkan. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan transparansi," jelasnya.

Namun demikian, MSCI menilai data yang diusulkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan metodologi mereka. Jika hingga Mei 2026 data yang diminta belum dapat dipenuhi, MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.

"Kalau sampai Mei tidak terpenuhi, mereka menyampaikan potensi penurunan peringkat. Ini yang menjadi perhatian serius kami," kata Iman.

Saat ini Indonesia berada di kategori Emerging Market bersama negara seperti Malaysia, sementara jika diturunkan akan sejajar dengan Vietnam dan Filipina dalam klasifikasi Frontier Market.

Meski demikian, Iman menekankan bahwa hingga periode Februari–Mei 2026 tidak ada perubahan komposisi emiten Indonesia dalam indeks MSCI, sehingga bobot pasar (market share) Indonesia tetap berada di kisaran 1,5 persen.

"Tidak ada penambahan atau pengurangan emiten, market share kita tetap," tegasnya.

Iman juga menegaskan bahwa upaya peningkatan transparansi data bukan semata-mata untuk memenuhi permintaan MSCI, tetapi demi perbaikan kualitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

"Ini bukan karena permintaan MSCI semata, tapi untuk pasar modal Indonesia. Transparansi data yang baik akan menguntungkan semua investor," katanya.

Diskusi dengan MSCI, lanjut Iman, masih terus berlangsung dan tidak berhenti pada pekan lalu. BEI, OJK, dan KSEI terus mengevaluasi apakah kebutuhan metodologi MSCI dapat dipenuhi melalui penguatan kualitas data kustodian.
Ia pun mengimbau investor agar tidak bereaksi berlebihan terhadap isu ini.

"Kami tidak berharap investor panik. Kami komitmen untuk memenuhi transparansi yang dibutuhkan dan menjaga kepercayaan pasar," pungkas Iman.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya