Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dengan China dan Amerika Serikat. Selain itu, Jepang, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.
Berdasarkan data BPS, pada Desember 2025 total nilai impor mencapai USD23,83 miliar atau naik 10,81 persen dibandingkan Desember tahun lalu.
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD3,35 miliar atau naik 1,71 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor non migas USD20,48 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 12,46 persen.
Menurut Ateng, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong naiknya impor migas dengan andil peningkatan sebesar 10,55 persen.
(Taufik Fajar)