4 Fakta Pertumbuhan Ekonomi 2025 Gagal Capai Target, tapi Arahnya Sudah Membaik

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 07 Februari 2026 05:05 WIB
4 Fakta Pertumbuhan Ekonomi 2025 Gagal Capai Target, tapi Arahnya Sudah Membaik. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025 tidak mencapai target pemerintah. Ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,11% atau di bawah target APBN 2025 sebesar 5,2%.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).

Namun demikian, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39% atau menjadi pertumbuhan tahunan triwulan IV yang tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Berikut fakta-fakta seputar pertumbuhan ekonomi 2025 yang tidak mencapai target, Sabtu (7/2/2026):

1. Sesuai Prediksi Meleset dari Target

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai meskipun terdapat akselerasi di penghujung tahun, akumulasi secara keseluruhan tetap akan tertahan di bawah target APBN.

"PDB diperkirakan tumbuh 5,18% untuk kuartal IV-2025, membuat angka pertumbuhan keseluruhan sebesar 5,05% untuk tahun 2025," kata Riefky.

2. Alasan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons positif atas rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi nasional tumbuh 5,39% pada kuartal IV 2025, yang membawa angka pertumbuhan akumulatif sepanjang tahun 2025 ke level 5,11%.

Meski angka tersebut sedikit di bawah target pribadinya, Purbaya menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi indikator kuat pemulihan ekonomi.

"Ya, lumayan kan 5,39. Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7 atau 5,5. Tapi sejujurnya lumayan lah. Kita masih tumbuh 5,1%. Yang penting apa? Arah ekonomi sudah membalik," kata Purbaya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya