5 Fakta Juda Agung Jadi Wamenkeu, Fokus Fiskal-Moneter dan Reformasi BEI

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 07 Februari 2026 07:10 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Resmi Dilantik. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Juda Agung diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Masa Jabatan Tahun 2024–2029.

Berikut fakta-fakta menarik terkait dilantiknya Juda Agung menjadi Wamenkeu, Sabtu (7/2/2026):

1. Juda Akui Diminta Jadi Wamenkeu

Juda Agung mengakui dirinya mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) karena diminta untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Penegasan itu diungkapkan Juda usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wamenkeu menggantikan Thomas Djiwandono yang saat ini menjadi Deputi Gubernur BI.

"Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda," ujar Juda.

2. Juda Agung Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter

Mantan petinggi Bank Indonesia ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai mandat utama dari Kepala Negara.

Penyambutan yang digelar di Lobi Gedung Juanda I ini menandai transisi Juda dari "Thamrin" (Bank Indonesia) ke "Lapangan Banteng" (Kementerian Keuangan). Meski berpindah instansi, Juda mengaku tidak merasa asing dengan lingkungan barunya.

"Tentu saja, pindah dari Thamrin ke Lapangan Banteng masih sesuatu yang baru bagi saya. Tetapi sebenarnya, kalau melihat wajah-wajah eselon I dan eselon II ini, wajah-wajah familiar bagi saya," ungkap Juda.

3. Harapan Menko Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik penunjukan tersebut. Menurutnya, latar belakang Juda yang merupakan bankir senior di BI akan membawa perspektif baru yang krusial bagi kebijakan keuangan negara.

Airlangga menekankan bahwa kehadiran Juda di Kementerian Keuangan diharapkan mampu mempererat hubungan antara kebijakan fiskal yang dikelola pemerintah dan kebijakan moneter yang dijalankan oleh Bank Indonesia.

"Harapannya mungkin sinkronisasi fiskal moneter akan semakin baik," ujar Airlangga.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya