Hilirisasi Ayam Dimulai di 6 Daerah, Peternak Bisa Cuan Rp81 Triliun per Tahun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 07 Februari 2026 17:39 WIB
Hilirisasi Ayam Dimulai di 6 Daerah, Petani Bisa Cuan Rp81 Triliun per Tahun (Foto: Kementan)
Share :



Ekosistem Hilirisasi Ayam

Dia menjelaskan, ekosistem yang dibangun mencakup penguatan pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Utama ID Food Gimoyo menyampaikan bahwa BUMN pangan akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Pada tahap awal, pengembangan dilakukan di enam lokasi, yaitu Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan), sebagai bagian dari rencana pengembangan nasional di 30 titik.

Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar USD7 miliar yang seluruhnya menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan saat meresmikan Groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I bersama jajaran.

Tingkatkan Pendapatan Peternak

Melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun.

Program ini diperkirakan menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. Dari sisi sosial, pasokan protein tersebut diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

Dengan percepatan hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya membangun swasembada protein nasional yang kokoh dan berkeadilan.

Sinergi lintas kementerian, BUMN, pemerintah daerah, serta pelibatan aktif peternak rakyat menjadi kunci agar produksi, distribusi, dan keterjangkauan pangan bergizi semakin merata.

Langkah ini tidak hanya memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan peternak, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan unggul.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya