JAKARTA - Industri pertambangan di Indonesia memasuki era elektrifikasi. Industri yang selama ini identik dengan konsumsi bahan bakar fosil kini menjadikan listrik sebagai sumber energi. Elektrifikasi pun menjadi strategi perusahaan tambang untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
"Melihat tren elektrifikasi dan teknologi hybrid bukan lagi sebagai wacana masa depan, tetapi sebagai kebutuhan operasional hari ini," kata Presiden Direktur Putra Perkasa Abadi (PPA) Joko Triraharjo dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dalam ajang PT BIB–PPA Mining Expo Elektrifikasi yang berlangsung di area operasional PT Borneo Indobara, Kalimantan Selatan, 7-9 Februari 2026, PT Star Wagen Indonesia (SWI), anak perusahaan PPA secara resmi meluncurkan SANY HD Truck SRT100S sebagai solusi hauling hybrid generasi baru bagi industri pertambangan Indonesia.
SRT100S menjadi bagian dari langkah strategis PT BIB dan PPA dalam mendorong transformasi operasional tambang menuju praktik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Truk hybrid hasil kolaborasi SWI dan SANY ini diposisikan sebagai game changer pada segmen angkutan material tambang,
"Kehadiran SRT100S menjadi bukti komitmen kami untuk menghadirkan solusi hauling yang lebih efisien, lebih aman, dan lebih ramah lingkungan, tanpa mengurangi produktivitas,” ujarnya.