Sementara itu, kinerja konsumsi domestik turut menunjukkan tren positif. Menko Airlangga mengatakan bahwa penjualan riil tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan dan angka ini meningkat signifikan dibandingkan Desember tahun lalu yang tumbuh 3,5 persen.
“Dari segi neraca perdagangan juga kita sampai Desember terus surplus selama 68 bulan berturut-turut yaitu 2,51. Realisasi daripada PMA-PMDN Rp1.931,2 (triliun). Kemudian dari segi cadangan devisa tetap tinggi 154,6 (miliar dolar AS) dan pertumbuhan kredit tinggi 9,69 (persen),” katanya.
Lebih lanjut, Airlangga melaporkan bahwa peringkat kredit Indonesia dari berbagai lembaga pemeringkat internasional masih berada pada level investment grade. Meski demikian, pemerintah mencermati outlook negatif dari Moody’s sebagai hal yang perlu diantisipasi dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat.
“Nah ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan utamanya tentang penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat dan juga terkait dengan rencana dari pada Danantara,” pungkasnya.
Rapat terbatas ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dan arah pertumbuhan yang semakin terstruktur.
(Dani Jumadil Akhir)