Reformasi Pasar Modal Kian Terlihat, IHSG Naik, Obligasi dan Sukuk Baru Masuk BEI

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 14 Februari 2026 13:16 WIB
Perkembangan pasar modal Indonesia sepanjang pekan 9–13 Februari 2026 menunjukkan tren positif. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA – Perkembangan pasar modal Indonesia sepanjang pekan 9–13 Februari 2026 menunjukkan tren positif. BEI, OJK, dan KSEI menegaskan langkah reformasi dan transparansi pasar modal, sementara aktivitas perdagangan saham, obligasi, dan sukuk mencatatkan pertumbuhan.

Reformasi Pasar Modal Dipercepat

Mengawali pekan pada Senin (9/2), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar konferensi pers perkembangan pasar modal.

Dalam konferensi pers tersebut, OJK, BEI, dan KSEI menyampaikan bahwa reformasi integritas pasar modal terus dipercepat melalui langkah yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini mencakup peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan data investor yang lebih granular, serta penyesuaian bertahap kebijakan free float.

BEI Jadi Tuan Rumah ASEAN Climate Forum 2026

Pada Rabu (11/2/2026), BEI mempertegas perannya dalam mendorong keuangan berkelanjutan dengan menjadi tuan rumah ASEAN Climate Forum (ACF) 2026 di Main Hall BEI. Forum internasional ini merupakan hasil kolaborasi ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM), Kadin Indonesia, Equatorise Advisory, dan dukungan BEI.

ACF 2026 menjadi wadah diskusi untuk memfasilitasi transisi energi yang berkeadilan, investasi berbasis iklim, serta penguatan ekosistem pasar karbon di ASEAN. Acara ini dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, dan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.

Pencatatan Obligasi dan Sukuk Baru

Sepanjang pekan, terdapat dua pencatatan obligasi dan satu sukuk di BEI:

Kamis (12/2/2026): Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 dicatatkan senilai Rp800 miliar dengan pemeringkatan idAA+ oleh PEFINDO. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

Jumat (13/2/2026): Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dicatatkan dengan nilai nominal masing-masing Rp889 miliar dan Rp210,1 miliar. Pemeringkatan dari Fitch Ratings Indonesia adalah AA+(idn), dengan Wali Amanat PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2026 mencapai 19 emisi dari 13 emiten senilai Rp14,56 triliun. Total emisi yang tercatat di BEI berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta dari 133 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta, sementara Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.

 

IHSG Sepekan Melesat 3,49%

PT BEI mencatat bahwa mayoritas perdagangan saham pada pekan 9–13 Februari 2026 ditutup positif. IHSG naik 3,49% ke level 8.212,271 dari posisi 7.935,260 pada pekan sebelumnya.

Volume transaksi: naik 4,73% menjadi 45,24 miliar lembar saham dari 43,20 miliar lembar.

Kapitalisasi pasar: meningkat 3,83% menjadi Rp14.889 triliun dari Rp14.341 triliun.

Frekuensi transaksi harian: naik 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi.

Nilai transaksi harian: turun 6,27% menjadi Rp23,20 triliun dari Rp24,75 triliun.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp2,03 triliun pekan ini, dan sepanjang 2026 sebesar Rp16,49 triliun.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya