BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5% untuk Wujudkan Asta Cita dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 14 Februari 2026 12:13 WIB
BRI Group terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, (Foto: Okezone.com/BRI)
Share :

JAKARTA – BRI Group terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, terutama dalam mencapai target 3 juta rumah melalui pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Melalui skema pembiayaan berbasis FLPP dan KPP, BRI mempermudah akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mendukung UMKM dengan kredit modal kerja bersubsidi.

Dalam upaya tersebut, BRI juga menurunkan suku bunga PNM Mekaar hingga 5%, sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi keluarga dan membuka akses pembiayaan yang lebih terjangkau.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sinergi antarlembaga bertajuk “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” yang digelar di Sumedang pada Jumat (13/2). Dalam kebijakan terbarunya, BRI Group mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar hingga 5%. 

Selain itu, turut dilaksanakan penyerahan simbolis pembiayaan FLPP dan KPP sebagai bagian dari penguatan ekosistem perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, dan Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta diikuti sekitar 700 nasabah mikro, termasuk penerima pembiayaan PNM Mekaar, FLPP, dan KPP.

Pada momentum tersebut, BRI berupaya memperkuat ekosistem ekonomi rakyat melalui serangkaian langkah strategis. Terbaru, BRI Group melalui PNM sebagai Holding Ultra Mikro, mengambil langkah bersejarah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), layanan pembiayaan kelompok bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang sebelumnya tidak pernah berubah diturunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya.

“Di hari yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan satu kabar yang istimewa terkait pinjaman Mekaar ini. Kami dari BRI Group mengambil sebuah langkah bersejarah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya. Kebijakan ini akan secara langsung menurunkan besaran angsuran yang dibayarkan nasabah, sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” ujar Riko, Sabtu (14/2/2026). 

Lebih dari sekadar kebijakan pembiayaan, Riko menyebut langkah ini merupakan keberpihakan nyata kepada para perempuan wirausaha ultra mikro di seluruh Indonesia. BRI Group ingin memastikan bahwa mereka dapat mengakses pembiayaan formal yang semakin terjangkau, berkelanjutan, serta mampu menjadi jembatan untuk naik kelas sehingga dapat memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pada saat yang sama, inisiatif ini juga memperkuat perlindungan nasabah dari praktik kredit informal yang merugikan, termasuk maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi yang berpotensi membebani masyarakat kecil.

Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2/2026). Presiden menegaskan bahwa penerapan konsep Indonesia Incorporated menjadi strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menekankan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha besar, menengah, dan kecil.

“Saya namakan strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa konsep Indonesia Incorporated bertujuan membangun fondasi ekonomi nasional yang saling menopang, sehingga pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya, BRI pun terus mengambil peran aktif dalam memperkuat ekonomi nasional. Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, di antaranya melalui skema akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya