Prabowo: Koperasi Merah Putih Percepat Efisiensi Ekonomi Nasional

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 15 Februari 2026 13:15 WIB
Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
Share :

Kehadiran gudang dan cold storage di setiap koperasi akan memperpendek rantai distribusi komoditas pangan dan kebutuhan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan pada perantara yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya harga di tingkat konsumen akhir. 

Dengan model ini, petani, peternak, dan nelayan dapat langsung memasok produk ke KDKMP tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang. 

Hal ini selaras dengan komitmen Presiden untuk menekan ekonomi biaya tinggi dan memastikan bahwa nilai tambah ekonomi benar-benar dinikmati oleh produsen dan konsumen di akar rumput.

Prabowo juga menekankan bahwa Pemerintah akan mempermudah regulasi agar daerah-daerah yang mampu dapat mengakses pasar ekspor secara langsung. 

"Kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi, supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar.”

Lebih lanjut, KDKMP juga dirancang untuk mendorong daya saing ekonomi lokal secara struktural. Keberadaan gerai farmasi desa murah dengan akses terhadap obat generik serta klinik desa akan menurunkan beban biaya kesehatan masyarakat, sehingga daya beli dapat teralokasi untuk kebutuhan produktif lainnya. 

Sementara itu, fasilitas super micro financing yang tersedia di setiap koperasi ditujukan untuk menghapus praktik rentenir yang selama ini membebani pelaku usaha kecil dan ultra-mikro dengan bunga mencekik.

Prabowo menegaskan bahwa seluruh barang subsidi akan dapat diakses langsung oleh rakyat melalui KDKMP, sehingga menghilangkan celah penyelewengan dan kebocoran distribusi. 

Sumber pendanaan program ini berasal dari Dana Desa yang telah dialokasikan selama 10 tahun terakhir, yang kini diarahkan agar benar-benar sampai dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Presiden juga menyoroti capaian efisiensi fiskal Pemerintah yang menjadi fondasi pembiayaan program-program prioritas nasional. Di tahun pertama pemerintahan, telah dilakukan penghematan anggaran sebesar lebih dari Rp308 triliun (setara US$18 miliar) yang dialihkan dari belanja tidak produktif ke program-program berdampak langsung bagi rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KMP.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun telah menghasilkan efisiensi hingga empat kali lipat. 

Ke depan, Presiden menargetkan return on asset sebesar lebih dari tujuh persen, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan aset negara yang produktif dan akuntabel.

Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan visi Indonesia Incorporated di mana seluruh elemen ekonomi baik besar, menengah, kecil, dan ultra-mikro bekerja sama secara sinergis. 

Komitmen terhadap pemberantasan korupsi, kepastian hukum, pemerintahan yang bersih dan adil, serta keterbukaan terhadap investasi menjadi pilar utama strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah,” pungkas Presiden Prabowo.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya