Pengusaha Mal Bantah Fenomena Rojali dan Rohana Tanda Daya Beli Turun 

Tangguh Yudha, Jurnalis
Minggu 15 Februari 2026 16:05 WIB
Pengunjung Mal (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) membantah anggapan bahwa fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) mencerminkan penurunan daya beli masyarakat. Istilah yang belakangan ramai diperbincangkan itu dinilai bukan hal baru dalam dinamika pusat perbelanjaan.

Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI, Agung Gunawan, mengatakan fenomena tersebut sejatinya sudah lama ada dan sebelumnya dikenal dengan istilah window shopping.

Menurutnya, memang tidak semua pengunjung mall datang dengan tujuan berbelanja, ada yang memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai tempat bertemu atau sekadar makan dan minum.

"Sebetulnya kalau kita melihat kata Rojali, Rohana itu dari dulu juga udah ada.  Jadi buat kami fenomena Rojali, Rohana itu tidak terlalu signifikan karena pembelanjaan di mall itu masih tetap ada lah seperti itu," tegas Agung saat dijumpai di Kota Kasablanka dikutip, Minggu (15/2/2026).

APPBI justru optimistis menyambut momentum Ramadan dan Lebaran 2026. Asosiasi menargetkan peningkatan transaksi di pusat perbelanjaan sebesar 10-15% dibandingkan bulan biasa. 

Agung menjelaskan, selama Ramadan pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, terutama di sektor makanan dan minuman.

Dia menjelaskan, jika pada bulan biasa masyarakat umumnya melakukan satu kali makan siang dan satu kali makan malam di luar rumah, selama Ramadan aktivitas berbuka puasa bersama mendorong frekuensi kunjungan dan transaksi.

 

"Karena pertimbangannya kalau bulan biasa itu kan kita cuma 1 kali lunch, 1 kali dinner. Kalau bulan Ramadhan, 1 kali lunch, 2 kali dinner. Karena biasanya yang buka puasa bersama itu banyak banget. Jadi otomatis kenaikan transaksi itu terdorong. Plus ada program seperti Midnight Sale dan THR. Jadi 10-15% itu pasti more or less seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," sebut Agung.

Dari sisi trafik pengunjung, APPBI memperkirakan kenaikan hingga 20% selama bulan puasa.

Peningkatan tersebut dinilai wajar mengingat pusat perbelanjaan menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berbuka puasa bersama maupun bersantai menjelang waktu berbuka.

"Trafik itu biasanya bulan puasa naik 20% seperti itu. Karena mungkin banyak orang-orang yang kayak buka puasa bersama, seperti itu kan udah hal yang lazim lah," jelasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya