Menurutnya, transformasi dan reformasi ini merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja BUMN ke depan.
Ia optimistis penyusutan jumlah perusahaan BUMN akan meningkatkan kapitalisasi dan laba perseroan.
"(Kapitalisasi) tambah tinggi karena menjadi efisien, labanya meningkat, tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik," lanjut Dony.
Dony juga memastikan aksi konsolidasi maupun likuidasi BUMN tak akan berdampak terhadap para pekerja.
Sebab, para pekerja akan diserap oleh perusahaan yang melakukan merger atau spin off.
"Karyawannya tentu akan diabsorb di perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Ini yang akan kita lakukan. Jadi tidak usah khawatir," sambung dia.
Dony mengatakan konsolidasi tak hanya dilakukan terhadap sektor asuransi, melainkan juga perusahaan reasuransi pelat merah seperti Nasional Reasuransi (NasRe), Tugu, dan Reasuransi Indonesia Utama (RIU).
Dony menyampaikan perusahaan reasuransi BUMN pun tidak dalam kondisi kinerja yang baik selama ini.
"Ini sedang kita tinjau, apakah likuidasi atau kita merger? Masih mampu atau tidak? Tapi ke depannya kita cukup punya satu perusahaan yang kuat daripada punya banyak tapi kecil-kecil," pungkas Dony.
(Taufik Fajar)