5 Fakta Pemangkasan Jumlah BUMN Dijamin Tak Ada PHK 

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 16 Februari 2026 09:01 WIB
BUMN (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Chief Operational Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pemangkasan atau perampingan BUMN akan dirampungkan pada tahun ini.

"Kita sudah petakan. Pokoknya tahun ini kita harus selesai melakukan seluruh perampingan BUMN," ujar Dony usai menghadiri acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta.

Berikut fakta-fakta pemangkasan jumlah BUMN dijamin tak ada PHK yang dirangkum Okezone, Senin (16/2/2026). 

1. Perampingan Ratusan BUMN

Menurutnya, perampingan ratusan BUMN akan memberikan efisiensi lantaran adanya penyusutan jumlah direksi dan komisaris. 

Dony menegaskan, perampingan BUMN menjadi kesempatan untuk memperbaiki tata kelola BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing.

"Supaya lebih efisien, kan banyak perusahaan kita yang tidak efisien, masih rugi, skalanya kecil-kecil," sambung Dony.

 

2. Tingkatkan Kinerja BUMN

Menurutnya, transformasi dan reformasi ini merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja BUMN ke depan. 

Ia optimistis penyusutan jumlah perusahaan BUMN akan meningkatkan kapitalisasi dan laba perseroan.

"(Kapitalisasi) tambah tinggi karena menjadi efisien, labanya meningkat, tentu kapitalisasinya menjadi lebih baik," lanjut Dony.

3. Tak Ada PHK

Dony juga memastikan aksi konsolidasi maupun likuidasi BUMN tak akan berdampak terhadap para pekerja. 

Sebab, para pekerja akan diserap oleh perusahaan yang melakukan merger atau spin off.

"Karyawannya tentu akan diabsorb di perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Ini yang akan kita lakukan. Jadi tidak usah khawatir," sambung dia. 

4. Perusahaan Reasuransi BUMN 

Dony mengatakan konsolidasi tak hanya dilakukan terhadap sektor asuransi, melainkan juga perusahaan reasuransi pelat merah seperti Nasional Reasuransi (NasRe), Tugu, dan Reasuransi Indonesia Utama (RIU). 

5. Kondisi Kinerja 

Dony menyampaikan perusahaan reasuransi BUMN pun tidak dalam kondisi kinerja yang baik selama ini.

"Ini sedang kita tinjau, apakah likuidasi atau kita merger? Masih mampu atau tidak? Tapi ke depannya kita cukup punya satu perusahaan yang kuat daripada punya banyak tapi kecil-kecil," pungkas Dony.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya