Dari Tanah Merah ke Cahaya Masa Depan: Hilirisasi Bauksit dan Lahirnya Masa Depan Aluminium RI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 16 Februari 2026 20:21 WIB
Dari Tanah Merah ke Cahaya Masa Depan: Hilirisasi Bauksit dan Lahirnya Masa Depan Aluminium RI (Foto: Inalum)
Share :

Investasi Rp104 Triliun dan Dampak Ekonomi Besar

Pembangunan dan pengoperasian Fasilitas Pengolahan dan Peleburan Aluminium Terpadu ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp104,55 triliun atau setara dengan USD6,23 miliar. 

Proyek ini berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan baku industri aluminium nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global.

Tak hanya itu, dampak berganda (multiplier effect) dari proyek ini diharapkan dapat meningkatkan output ekonomi domestik secara signifikan. Diperkirakan akan terjadi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp71,8 triliun per tahun serta peningkatan penerimaan negara hingga sekitar Rp6,6 triliun per tahun. 

Selain itu, fasilitas terpadu ini juga berpotensi menyerap sekitar 65.000 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional serta sektor pendukung.

Groundbreaking fasilitas bauksit–alumina–aluminium di Mempawah ini menegaskan komitmen Inalum dan Grup MIND ID dalam mengakselerasi hilirisasi mineral nasional secara berkelanjutan.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota MIND ID juga turut berperan strategis dalam mendukung keberhasilan pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui penyediaan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, PTBA berperan dalam memastikan ketersediaan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan operasional Smelter Aluminium.

Fasilitas yang telah menjadi penghubung penting dalam rantai pasok pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium secara terintegrasi di Indonesia ini  memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun. Selanjutnya, 1 juta ton alumina itu akan diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan keterlibatan PTBA dalam mendukung kebutuhan energi proyek strategis nasional di Mempawah merupakan bentuk sinergi antar-anggota Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“PTBA berkomitmen untuk mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium, PTBA menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam mewujudkan transformasi industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden, untuk memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Hilirisasi Mesin Pencipta Lapangan Kerja

Kebijakan hilirisasi yang dijalankan MIND ID menjadi bukti bahwa industrialisasi bukan hanya soal nilai tambah ekonomi, tetapi juga tentang membuka peluang kerja dan masa depan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan dokumen Pra Feasibility Study (PFS) yang disusun oleh BPI Danantara bersama Satuan Tugas Hilirisasi, proyek pengembangan ekosistem bauksit–alumina–aluminium terpadu dengan nilai investasi sekitar Rp60 triliun ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 14.700 tenaga kerja baru, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia adalah simbol perubahan, dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah menuju penciptaan nilai dan kesempatan di dalam negeri. Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menilai kebijakan hilirisasi merupakan langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja formal dan berkualitas tinggi.

“Kami menyambut positif kebijakan hilirisasi karena dampaknya sangat konkret terhadap penciptaan lapangan kerja, terutama tenaga kerja formal yang terampil dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, proyek hilirisasi bauksit yang dijalankan Grup MIND ID tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung di sektor industri, tetapi juga memicu pertumbuhan lapangan kerja di sektor pendukung, seperti logistik, jasa konstruksi, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Efek berganda atau multiplier effect ini memperkuat ekosistem ekonomi lokal, menjadikan hilirisasi sebagai katalis pembangunan wilayah.

 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya