JAKARTA – Pemulihan pascabencana banjir di Sumatera terus dikebut melalui percepatan pembangunan hunian yang aman, tahan bencana, dan efisien. Salah satu langkahnya, pengiriman 36.000 bata interlock presisi untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan hunian yang layak dan dapat dibangun dengan cepat. Bata interlock presisi memungkinkan konstruksi lebih cepat dan kuat, sehingga mendukung percepatan pembangunan huntap.
“Ini adalah bentuk nyata dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Corporate Secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Vita Mahreyni, Senin (23/2/2026).
Pembangunan huntap menggunakan bata interlock presisi telah dimulai melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat bersama Kadin Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, sebagai lokasi awal penerapan teknologi ini bagi korban bencana.
Untuk rumah tipe 36, pasokan bata interlock presisi dapat mendukung pembangunan hingga 120 unit per bulan, dengan potensi distribusi ke wilayah lain di Sumatra, termasuk Sumatra Utara dan Aceh.
Sebelumnya, bata interlock presisi juga telah diaplikasikan pada sejumlah proyek percontohan, termasuk rumah contoh tipe 36 di kawasan strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), serta rumah contoh tipe 36 dan tipe 57 di Bambu Apus, Jakarta Timur, yang menunjukkan efisiensi waktu konstruksi dan kualitas bangunan.
Selain aspek teknis, penggunaan bata interlock dan inovasi semen yang lebih ramah lingkungan menjadi pertimbangan dalam pembangunan huntap, sejalan dengan upaya memperkuat hunian yang tangguh terhadap bencana sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
(Feby Novalius)