Joao mengaku telah mempertimbangkan pembelian kendaraan produksi dalam negeri dan sebagian pengadaan telah direalisasikan dari pabrikan otomotif yang beroperasi di Indonesia. Namun, ia menilai ketersediaan kendaraan merek arus utama menjadi kendala.
“Semua produk dalam negeri sudah kami beli. Untuk truk roda enam sudah habis dan tidak tersedia lagi. Coba sekarang beli pikap Kijang atau Mitsubishi Canter, sudah tidak ada. Menunggu ketersediaan produk bisa sampai satu tahun,” ujar Joao.
Baca Selengkapnya: Dirut Agrinas Impor Mobil dari India Rp24,6 Triliun: Indonesia Dapat Barang Bagus
(Feby Novalius)