JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya mempercepat Proyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela. Ia menyebut akan memberikan perlakuan khusus bagi investor Blok Masela agar proyek tidak lagi terhambat birokrasi yang lamban.
Menkeu mencatat proses perizinan yang selama ini memakan waktu lama mulai menunjukkan kemajuan signifikan pada awal 2026.
"Proyek ini sebenarnya sudah berjalan lama, tapi sebelumnya perizinan sangat lambat. Izin internal baru keluar Januari–Februari, termasuk izin lingkungan dan lainnya. Sekarang prosesnya dipercepat karena mereka tahu proyek ini akan dibawa ke sini," kata Purbaya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa (24/2/2026).
Untuk memotong jalur birokrasi, Purbaya membentuk tim khusus (special task force) yang akan memantau perkembangan proyek secara reguler.
Ia menegaskan segala bentuk hambatan, mulai dari isu lingkungan hingga impor alat industri, akan diselesaikan dalam satu meja di Kementerian Keuangan.
"Saya bilang, kita set up satu tim di sini agar laporan bisa disampaikan secara reguler kapan pun. Tim ini akan menyelesaikan masalah di tempat. Investor akan diperlakukan khusus, jika ada hambatan, cukup datang ke sini, semuanya akan dibereskan," tegasnya.
Purbaya menargetkan percepatan operasional proyek. Jika sebelumnya produksi diprediksi baru on-stream pada 2030–2031, ia berharap pada 2029 hasil produksi sudah mulai terlihat.
"Saya berharap sebelum 2029 bangunan sudah terlihat dan produksi gas sudah mulai berjalan. Kami akan percepat semaksimal mungkin. Seluruh hambatan di pemerintah akan dihilangkan," jelasnya.
Terkait permintaan relaksasi konten lokal (TKDN), Menkeu menyatakan tim tugas khusus akan melakukan analisis cepat. Ia menekankan bahwa standar keamanan proyek gas sangat tinggi, sehingga kualitas teknologi tetap menjadi prioritas utama.
"Tim special task force akan melaporkan dan menganalisis apakah konten lokal bisa dipenuhi. Jika belum tersedia di dalam negeri, maka akan menggunakan teknologi luar negeri. Skala proyek ini besar dan risiko gas sangat tinggi; sedikit kesalahan bisa berakibat fatal," pungkas Purbaya.
Proyek Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu PSN yang terletak di Maluku. Proyek ini dikelola oleh konsorsium yang terdiri dari Inpex Masela Ltd (65 persen, operator), PT Pertamina Hulu Energi Masela (20 persen), dan Petronas Masela Sdn. Bhd (15 persen).
Proyek ini memiliki nilai strategis tinggi bagi ketahanan energi nasional, dengan target kapasitas produksi: 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), 150 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), dan 35.000 barel kondensat per hari (bph).
Hadirnya Blok Masela diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan gas nasional tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal di wilayah Timur Indonesia.
Anggie
(Feby Novalius)