JAKARTA – Penjualan buku anak meningkat signifikan selama Ramadhan 2026, didorong strategi konten yang memanfaatkan affiliate content creator. Salah satu brand lokal mengubah pendekatan promosi dengan menampilkan kreator yang membacakan buku secara langsung, sehingga membangun kepercayaan orang tua dan mempercepat keputusan pembelian. Hasilnya, penjualan naik 38%, dengan 93% transaksi berasal dari kolaborasi konten kreator.
“Keterbukaan informasi membuat orang tua makin selektif memilih produk untuk anak mereka, sehingga kami hadir bukan hanya untuk menjual buku, tetapi juga menjadi mitra bagi keluarga dalam membangun kebiasaan baik, khususnya di momen spesial seperti Ramadhan. Hal ini melatarbelakangi kolaborasi dengan berbagai kreator yang dekat dengan audiens keluarga,” ujar Chief Marketing Officer Ziyadbooks Helmi Rian, Selasa (24/2/2026).
Kolaborasi dengan affiliate content creator dilakukan secara berlapis, dari kreator skala menengah hingga besar, sehingga memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkaya cerita yang disampaikan.
Di bulan Ramadhan, konten dibuat serelevan mungkin agar mudah diterima. Melengkapi promosi melalui kreator, brand ini menghadirkan paket bundel tematik Ramadhan berupa buku terlaris yang dikemas dengan pesan manfaat membaca. Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya tarik, tetapi juga mendorong penjualan.
Untuk memperkuat performa di tengah persaingan Ramadhan yang ketat, brand tersebut mengalokasikan 20% dari total nilai transaksi untuk beriklan otomatis, dengan optimalisasi aktif di minggu pertama kampanye guna memastikan hasil maksimal.
“Kami tidak ingin hanya ramai sesaat. Setiap kampanye harus didukung data, distribusi iklan yang tepat, dan pengalaman pelanggan yang kuat. Momentum Ramadhan sangat singkat, jadi pelaksanaannya harus cepat dan tepat. Fitur beriklan otomatis membantu menjangkau pelanggan secara lebih efektif, sehingga pembeli lebih mudah menemukan buku sesuai kebutuhan,” lanjut Helmi.
Fokus pada pengalaman pembeli juga menjadi fondasi utama. Pengiriman di hari yang sama memastikan buku tiba tepat waktu, terutama untuk hadiah atau paket Lebaran. Visual dan deskripsi produk yang akurat menjaga ekspektasi konsumen sesuai kenyataan. Di periode ketika kepercayaan dan ketepatan waktu sangat penting, detail kecil mampu membuat perbedaan besar.
Pertumbuhan nilai transaksi dan posisi teratas brand buku anak tentu menjadi pencapaian membanggakan. Namun lebih dari itu, kisah ini menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik datang ketika sebuah brand benar-benar memahami momen.
Ramadhan bukan hanya musim belanja. Momen ini adalah tentang keluarga, tentang cerita bermakna yang dibaca bersama anak saat ngabuburit atau sebelum tidur, dan nilai-nilai baik yang ditanamkan sedikit demi sedikit setiap hari. Ketika sebuah brand mampu hadir di ruang paling hangat dalam kehidupan keluarga, angka penjualan bukan lagi tujuan utama, melainkan hasil alami dari kepercayaan yang dibangun melalui upaya yang tulus dan konsisten.
(Feby Novalius)