Peran bank juga sangat terlihat dalam pembangunan infrastruktur, yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Misalnya, pembiayaan proyek atau pembiayaan berbasis skema kemitraan pemerintah-swasta. Karakter infrastruktur menuntut dana besar, tenor panjang, dan risiko tinggi.
"Jadi, hanya bank yang secara fundamental kuat, dengan struktur permodalan sehat dan tata kelola risiko yang baik, yang mampu menopang pembiayaan tersebut tanpa menimbulkan tekanan sistemik pada stabilitas keuangan. Keberadaan bank yang kuat secara fundamental bukan sekadar kebutuhan teknis perbankan, tetapi prasyarat struktural bagi keberhasilan pembangunan nasional," jelas Devi.
(Feby Novalius)