Pegadaian Gelar Gema Ramadhan Bareng Tring, Ajang Kampanye Kemudahan Transaksi Emas

Agustina Wulandari , Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 14:03 WIB
Pegadaian gelar Gema Ramadhan Bareng Tring. (Foto: dok Pegadaian)
Share :

JAKARTA - PT Pegadaian kembali menyapa masyarakat dengan kampanye kemudahan bertransaksi emas. Pada bulan Ramadan tahun ini, Pegadaian menyapa dengan cara khas dan suasana baru melalui gelaran “Gema Ramadhan Bareng Tring” yang digelar pada 6-8 Maret 2026 di Istora Senayan Jakarta Selatan.

Dalam gelaran tersebut, Pegadaian memperkenalkan kampanye kemudahan bertransaksi emas bagi masyarakat di semua kalangan dan berbagai usia baik generasi milenial maupun generasi Z. Kemudahan tersebut ditawarkan Pegadaian melalui aplikasi Tring yang dirancang khusus bagi kenyamanan para nasabah.

Bukan hanya memperkenalkan, Pegadaian juga turut mengedukasi masyarakat terkait pentingnya berinvestasi emas dengan menghadirkan Booth Tring secara khusus di jajaran tenant Gema Ramadhan Bareng Tring. 

Wakil Direktur Utama PT Pegadaian Budi Wahju Soesilo mengatakan, aplikasi Tring bisa menjadi sarana daya tarik dan edukasi agar masyarakat maupun pelaku UMKM bisa berinvestasi emas sejak dini. Aplikasi itu kini menjadi andalan Pegadaian dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabah maupun masyarakat.

“Karena pada saat ini Pegadaian punya aplikasi Tring yang bisa memudahkan, cepat dan aman untuk bisa menginvestasikan. Jadi saat ini Pegadaian itu sudah bertransformasi. Kalau dulu, kita mengenal Pegadaian itu dengan tekniknya menyelesaikan masalah tanpa masalah, ini  zaman-zaman Baby Boomer ya. Tapi setelah ke sini kami sekarang mempunyai aplikasi Tring,” kata Budi dalam sesi Talkshow Gema Ramdhan Bareng Tring di Istora Senayan Jakarta selatan, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan baya fitur dalam aplikasi Tring yang memudahkan nasabah maupun masyarakat dari berbagai kalangan untuk berinvestasi emas di Pegadaian. Dalam aplikasi tersebut, nasabah maupun masyarakat bisa dengan mudah menabung, mencicil bahkan mendepositokan emas yang telah dibeli di Pegadaian.

“Di dalam Tring kita punya aplikasi yang bisa bagaimana kita menabung, bagaimana kita mencicil dan bagaimana kalau kita sudah bisa banyak di situ kita bisa mendepositokan dan jika kita mempunyai kebutuhan bisa digadaikan. Nah, sekarang Pegadaian sudah tumbuh pesat dan sudah banyak sekali yang menjadi nasabah di Pegadaian,” ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, aplikasi ini sangat cocok bagi generasi muda yang ingin mulai melakukan investasi emas. Sebab, harga emas yang ditawarkan di Aplikasi Tring mulai dari Rp10.000. Maka dari itu, ia sangat menyarankan sekali bagi masyarakat khususnya generasi muda atau Gen Z untuk berinvestasi emas sedari dini.

“Setiap income kita kita punya pendapatan itu seyogyanya sebaiknya gitu kita sisihkan bagian untuk kita menabung dan berinvestasi. Nah, sekarang di Pegadaian itu kalau teman-teman semua punya penghasilan, nabunglah di Pegadaian melalui aplikasi Tring. Karena tidak perlu repot-repot, di sana tinggal buka aplikasinya, registrasi dan bisa langsung mulai karena mulainya dari Rp10.000 untuk bisa menabung emas di Pegadaian,” tutur Budi.

Aplikasi Tring semakin menarik perhatian generasi muda dengan fitur transfer emas yang cocok digunakan sebagai pengganti uang THR bagi sanak saudara. Nantinya nasabah melalui aplikasi Tring bisa melakukan transfer emas secara langsung atau berupa nominal uang yang nantinya akan dijadikan emas dengan gradasi sesuai nominal uang yang diberikan.

“Jadi, salah satu keunggulan yang penting adalah kita bisa transfer emas dari sesama pengguna aplikasi Tring. Jadi, kalau umpamanya ini pengin ngasih THR ke teman nih, kita kasih aja emas. Bisa dua-duanya (emas langsung atau uang). Karena yang di transfer adalah uangnya tapi nanti akan terkonversi menjadi (emas) gram,” ucap Budi.

Kemudahan itu juga didukung dengan jaminan jaminan keamanan serta fisik emas yang selalu tersedia meskipun nasabah membeli emas secara digital melalui aplikasi Tring. “Membeli emas di bagian Pegadaian itu adalah membeli fisik. Karena fisiknya disimpan secara aman di Pegadaian. Nah, kalau sewaktu-waktu dibutuhkan itu di aplikasi Tring tadi bisa langsung dicairkan. Bisa juga dicetak fisiknya dalam bentuk batangan,” ujarnya. 

Budi menjelaskan bahwa jika nasabah atau masyarakat membeli emas secara digital melalui aplikasi Tring, maka emas tersebut sudah tersedia secara langsung di pegadaian baik itu berstatus tabungan maupun cicilan. Sehingga, fisik dari emas yang dibeli secara digital sudah dipastikan aman namun secara pencatatan administrasi dilakukan secara digital melalui aplikasi Tring.

“Jadi kami menyediakan fisiknya baru kami istilahnya berjualan. Tidak berani kami sebelum mempunyai stoknya kami membuka baik itu dari sisi tabungan maupun dari sisi cicilan emas. Sehingga fisiknya kami simpan di tempat penyimpanan, digitalnya kami administrasikan di Tring,” kata Budi.

Jika nasabah atau masyarakat ingin mencetak atau mengambil fisik dari emas yang telah dibeli secara digital, Pegadaian juga telah menyediakan ATM emas dengan kategori untuk beberapa garansi dari mulai lima gram hingga 50 gram. Sehingga masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke pegadaian.

“Jika di menginginkan untuk dicetak itu bisa datang ke ATM emas. Jadi Pegadaian sudah punya ATM emas, ada beberapa keping dalam gramasinya, ada 5 gram, ada 1 gram, 5, 10, 25, 50 itu bisa diambil langsung,” ucap Budi.

Sebagai informasi, kampanye kemudahan transaksi emas melalui gelaran “Gema Ramadhan Bareng Tring” ini tidak hanya digelar di Jakarta namun juga digelar di 10 kota di Indonesia seperti Palembang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar dan Pontianak. 

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya