Dari sisi global, pasar masih dibayangi oleh ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran yang kini memasuki hari ketujuh. Eskalasi ini telah memicu lonjakan harga minyak mentah yang berisiko menciptakan gelombang inflasi baru dan menghambat kebijakan penurunan suku bunga global.
“Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” pungkas Ibrahim.
Situasi ini memaksa investor untuk lebih memilih aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk Rupiah.
(Dani Jumadil Akhir)