Dia mengatakan, kenaikan harga minyak itu merupakan dampak dari peningkatan eskalasi yang terjadi antara Amerika dan Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur perdagangan energi global dengan pangsa pasar hingga 20 persen.
"Memang kalau kita melihat, posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 dolar per barel. Inilah yang terjadi di global akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujarnya.
Baca selengkapnya: Beda dengan Purbaya, Bahlil Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Minyak Dunia Tembus USD100
(Taufik Fajar)