JAKARTA - PT Bank Jago Tbk (ARTO) membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp276 miliar pada 2025. Laba ini naik 115 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp129 miliar.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh kombinasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang positif. Seiring dengan ekspansi basis nasabah, penghimpunan DPK tumbuh kuat sebesar 38 persen menjadi Rp25,9 triliun, naik dari posisi Rp18,8 triliun pada akhir 2024.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” kata Arief dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini meningkat hampir 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang tahun 2025, Bank Jago melakukan personalisasi aplikasi melalui fitur-fitur inovatif seperti Kantong Valas untuk transaksi mata uang asing dan Kartu Digital Pro bagi pelaku usaha individu.