JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan pada Angkutan Lebaran 2026, pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen, serta 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.
Lintasan tersebut merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik, meliputi Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibolga.
Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan operasional yang matang agar layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.
"Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Secara nasional, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan, terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis, dengan dukungan 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang.
Lintasan Jawa – Sumatera – Bali menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran. Pada rute Jawa–Sumatera, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang (naik 10,3 persen) dengan 371.653 kendaraan (naik 9,9 persen). Sementara arus Sumatera–Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang (naik 11,2 persen) dengan 353.901 kendaraan (naik 10,5 persen).
Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang (naik 10 persen) dengan 217.117 kendaraan (naik 9,3 persen), sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang (naik 9,5 persen) dengan 248.161 kendaraan (naik 8,7 persen).
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah, ASDP juga menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan, pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.