JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja anak dan cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama terkait jumlah entitas dan dugaan kejanggalan dalam audit perusahaan.
Sorotan ini disampaikan saat Prabowo menghadiri HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Prabowo mengaku heran dengan adanya aturan yang tidak mengizinkan audit terhadap anak usaha BUMN. Menurutnya, aturan tersebut terasa janggal, terutama karena perusahaan induk BUMN sendiri wajib diaudit oleh negara.
"Dan aneh lagi, ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo.
Ia menilai aturan seperti itu berpotensi membuka celah penyimpangan, terlebih saat ini satu BUMN dapat memiliki ratusan anak usaha.
Prabowo mengaku bersyukur Indonesia kini memiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang bertugas mengelola BUMN dan perusahaan milik negara dengan standar terbaik dunia. Lembaga ini disebut dapat disetarakan dengan sovereign wealth fund (SWF) yang dimiliki berbagai negara.