JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan cakupan yang luas dan target penerima manfaat yang masif, kini makin banyak pihak ikut terlibat menyukseskan tujuan program guna memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas dan produktif.
Dukungan dari swasta menjadi faktor penguat dalam pelaksanaan di lapangan, terutama untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi distribusi. Hal tersebut juga menunjukan terciptanya solidaritas untuk membangun generasi sumber daya manusia yang lebih berkualitas di masa depan. Sebab, ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang terhadap kualitas pendidikan dan produktivitas. Ini menjadi kepentingan bersama.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana sebelumnya sempat menjelaskan bahwa implementasi MBG di sejumlah daerah telah memberikan dampak positif kepada pertumbuhan anak. Di wilayah yang telah menjalankan MBG selama satu tahun penuh, BGN mencatat peningkatan signifikan pada kehadiran siswa di sekolah, aktivitas belajar yang lebih aktif, serta daya tahan fisik anak dalam beraktivitas dan bermain.
"Begitu ada program makan bergizi, dia bangun lebih awal dan membangunkan neneknya," tutur Dadan mengisahkan perubahan perilaku seorang anak di Papua.