Selain batu bara, PLN EPI juga memastikan kecukupan pasokan energi primer lainnya, termasuk BBM dan gas. Untuk gas, secara umum penyaluran gas pipa sudah optimal. Sedangkan rata-rata cadangan BBM sebagai penyangga terakhir untuk keseluruhan pembangkit berada di kisaran 8 hari operasi dengan cadangan di Jawa Madura Bali di kisaran 6 hari dan di wilayah lainnya sebesar 11 hari.
Dia juga menekankan bahwa fleksibilitas sistem pasokan gas untuk beberapa pembangkit gas, menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama dalam menghadapi fluktuasi beban.
“Pasokan gas pipa dikombinasikan dengan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari beberapa terminal regasifikasi sehingga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pembangkit gas yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan. Sebagai ilustrasi, pasokan LNG dari FSRU Lampung untuk PLTGU Cilegon saat ini dialihkan ke PLTGU Priok untuk menggantikan pasokan LNG dari FSRU Jabar yang sedang dalam periode pemeliharaan,” katanya.
Ke depan, PLN EPI terus mendorong efisiensi pasokan energi primer melalui penguatan pasokan gas dan pengembangan infrastruktur yang lebih optimal.
"Dengan pengembangan sistem pasokan yang lebih efisien, kami harapkan jaminan pasokan lebih terjaga dan biaya energi dapat lebih efisien," kata Rakhmad.
(Dani Jumadil Akhir)