Satgas Pangan Soroti Oknum Naikkan Harga Daging, Ayam, dan Telur Jelang Lebaran

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2026 19:40 WIB
Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) memastikan harga komoditas pangan strategis atau sembako tetap stabil. (Foto: Okezone.com/Feby)
Share :

JAKARTA — Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) memastikan harga komoditas pangan strategis atau sembako tetap stabil pada momen Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Satgas Pangan terdiri atas pegawai dan personel dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri.

“Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadhan dan Idulfitri ini,” kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Ia mencontohkan pengawasan pada komoditas daging. Satgas Pangan akan memantau sentra produksi daging mulai dari tempat penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), hingga pedagang di hilir.

“Sehingga kita bisa telusuri manakala ada harga di atas HET (harga eceran tertinggi). Maka, jejaknya akan terlihat siapa yang menaikkan harga tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan untuk memantau komoditas telur dan daging ayam. Dengan demikian, Satgas Pangan dapat mengidentifikasi titik terjadinya kenaikan harga oleh produsen.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, Satgas Pangan akan memberikan sanksi mulai dari administratif, seperti pencabutan izin usaha, hingga pidana apabila ditemukan unsur kecurangan.

“Sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan waktu sebelumnya. Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Sudaryono.

Menurutnya, harga komoditas pangan strategis mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden secara dekat, berkala, dan intens memonitor,” ujarnya.

 

Jika masih ditemukan harga sembako yang tidak sesuai HET, Sudaryono meminta masyarakat untuk aktif melaporkan, baik melalui telepon maupun media sosial.

“Mau diviralkan boleh, tetapi tugas kita adalah menyelesaikan persoalan, mencari masalah, dan menemukan solusi.”

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan kondisi secara umum hanya berdasarkan beberapa kasus.

“Kami berharap jangan sampai satu-dua titik yang tidak sesuai dianggap semuanya mahal. Kita harus arif dan bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang di media,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah juga semakin sering melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Program ini melibatkan pelaku usaha pangan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Sehingga masyarakat merasa terbantu. Ini juga penting sebagai intervensi ketika terjadi lonjakan harga, terutama di pasar tradisional,” kata Sarwo Edhy.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya