JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada perdagangan sore ini, Kamis (19/3/2026). Rupiah tercatat melemah 50 poin atau 0,30% ke level Rp16.989 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan tersebut dengan menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas rupiah, khususnya selama periode libur Lebaran 2026.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” ujar Destry.
Ia menjelaskan, meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan fluktuasi yang dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.