Ketiga, kendalikan belanja impulsif.
Beragam promosi selama Ramadan sering mendorong keputusan belanja emosional. Untuk menghindarinya, masyarakat disarankan membuat daftar kebutuhan dan membatasi frekuensi belanja agar pengeluaran tetap terkendali.
Ramadan juga menjadi momen untuk berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Selain sebagai kewajiban, hal ini dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang seimbang.
Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan potensi kenaikan harga BBM, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengelola THR. Perencanaan keuangan yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelah Lebaran.
(Feby Novalius)