Ketahanan Energi RI Lebih Kuat dari Vietnam, Masyarakat Diminta Lakukan Ini

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 24 Maret 2026 17:10 WIB
Ketahanan Energi RI Lebih Kuat dari Vietnam, Masyarakat Diminta Lakukan Ini (Foto: Freepik)
Share :



Hamid sependapat, tidak perlu ada keraguan terkait ketahanan energi nasional. ”Ya (tidak usah khawatir), karena Indonesia sudah mempersiapkan,” lanjut Hamid. Namun Hamid sependapat, bahwa masyarakat memang perlu bijak dalam menggunakan energi.

Sikap bijak memang tetap diperlukan. Sebelumnya The International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, menyebut berbagai langkah antisipasi untuk menanggulangi gangguan pasokan energi.

Menurut IAE, 20 Maret 2026, upaya yang dapat dilakukan, antara lain dengan menurunkan permintaan. Upaya yang bisa dilakukan, dengan meminimalkan transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan. Selain itu, juga melalui peralihan ke kompor listrik.

"Mengatasi permintaan adalah alat penting dan segera untuk mengurangi tekanan (pada) konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan dan mendukung keamanan energi,” kata IEA.

Di sisi lain, sebelumnya media internasional asal Inggris, The Economist menilai, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Posisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan paparan risiko rendah namun memiliki bantalan ketahanan yang kuat (low exposure, strong buffer). 

"Beberapa negara, termasuk Indonesia, tampak relatif terisolasi (dari dampak buruk) berkat perpaduan sumber daya energi domestik dan kebijakan bantalan yang kuat," tulis laporan terbaru The Economist bertajuk "Which country is the biggest loser from the energy shock".

Analisis tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis yang jauh lebih stabil dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam.

Meski sama-sama berada di zona low exposure, Indonesia tercatat memiliki skor ketahanan (resilience score) yang lebih tinggi, mengungguli Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya